Alasan BPPTKG Tingkatkan Status Merapi Jadi Waspada

 

 

 

Sharpthree.com РBalai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta meningkatkan status Gunung Merapi dari normal menjadi waspada pada  Senin (21/5) pukul 23.00 WIB. Hal tersebut didasarkan serentetan letusan freatik yang terjadi di Merapi.

“Kenapa kita itu menaikkan status? Mungkin ini yang perlu diketahui, bahwa sejak 11 Mei kemarin itu kan ada erupsi (freatik),” ungkap Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, Selasa (22/5/2018).

Semenjak tanggal 11 Mei 2018 Gunung Merapi memang terjadi erupsi freatik, kemudian selisih 10 hari kemudian terjadi erupsi freatik kembali pada Senin kemarin pukul 01.25 WIB dan setelahnya masih terjadi erupsi freatik di Merapi sebanyak tiga kali pada dini hari tadi.

“Dasar dari itulah mengapa kami menaikkan menaikkan status,” dia menegaskan.

Sedangkan Staf Ahli Geologi Gunung Api BPPTKG Yogyakarta, Dewi Sri mengatakan dari empat kali erupsi freatik dari hari Senin hingga Selasa dini hari ada sejumlah kesamaan. Diantaranya yakni jarak waktu antar erupsi.

Dewi menjelaskan setelah erupsi freaktik pada  Senin pukul 01.25 WIB, kemduian disusul erupsi freatik pada pukul 09.38 WIB dan pukul 17.40 WIB. Kemudian pada Selasa dini hari tadi juga masih terjadi erupsi freatik pada pukul 01.47 WIB.

Menurut Dewi, bila diamati antara erupsi pertama hingga keempat rata-rata berselang waktu 7-8 jam. Oleh karena itu, pihak BPPTKG Yogyakarta memutuskan untuk meningkatkan status serta radius Merapi menjadi tiga kilometer dari puncak.

“Sementara yang kemarin (erupsi freatik polanya seperti itu), kalau setelahnya kami tidak tahu,” katanya.

Dia juga mengatakan dari keempat letusan yang terjadi di Merapi semuanya merupakan berciri freatik. Hal tersebut dapat diamati dengan tidak adanya magma yang tumpah dari kubah lava Merapi.

“Sekecil apapun, tapi insyaallah kalau sudah magmatik maka dia akan memunculkan warna berbeda (merah) yang terekam di CCTV,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *