Janda Nekat Jadi Kurir Sabu Untuk Hidupi Ketiga Anaknya

Sharpthree.com – Seorang wanita di Mojokerto diamankan oleh pihak kepolisian. Wanita ini dalam sehari-harinya berprofesi sebagai tukang penjual kain. Namun setelah ditelusuri wanita yang berstatus janda tersebut juga menyambi sebagai pengedar narkotika berjenis sabu.

Wanita tersebut berisial IW mengaku telah mendapat bujukan dari seorang pria yang berasal dari Mataram, NTB. Janda yang memiliki tiga anak tersebut sudah sering bertemu pria yang membujuknya untuk menjadi pengedar sabu untuk mengambil barang dagangannya itu.

Pelaku mengaku terakhir kalinya mengambil sabu pada bulan November yang lalu, dia berada di NTB selama empat hari. “Saya bertemu seseorang di jalan (Kota Mataram), panggilannya Pak Gede,” kata IW dalam jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Selasa (21/11/2017).

Namun, pertemuannya dengan Gede justru membawanya masuk kejalur hukum. Dengan tergoda oleh iming-iming yang berupa uang yang tidak berjumlah sedikit, pelaku langsung mau dijadikan sebagai kurir sabu.

IW juga telah mengaku pendapatannya besar lantaran berjualan kain tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Dia mengaku harus menghidupi ketiga orang anaknya. “Hanya titipan dari Mataram, belum tahu upahnya berapa,” ujarnya.

Untuk menghindari aparat penegak hukum, IW memilih naik bus dari Mataram ke Mojokerto. Dia berhasil membawa sabu dengan aman ke rumah kontrakannya di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar.

“Saya menunggu perintah dari Pak Gede, melalui telepon,” ungkapnya menjelaskan peredaran sabu yang dia bawa ke Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata menjelaskan, IW digerebek tim dari Sat Reskoba di rumah kontrakannya pada Rabu (15/11/2017) sekitar pukul 06.00 WIB. Wanita bertubuh seksi ini diduga menjadi pengedar sabu di Mojokerto.

Dari penggerebekan tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu yang ada di rumah kontrakan tersangka. Barang bukti tersebut berupa 1 plastik klip berisi 4,2 gram sabu, 5 paket hemat sabu seberat 1,9 gram, 5 bendel plastik klip kosong, sebuah sendok plastik, 1 timbangan digital dan sebuah ponsel milik tersangka.

“Barang bukti sabu yang kami sita dari tersangka 6,1 gram,” terangnya.

Akibat perbuatannya, tambah Leonardus, IW dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” tandasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *