Mahasiswa Pasca Sarjana UIN, Harus Berhadapan Dengan Hukum

Sharpthree.com – Seorang perempuan tak berhenti menangis ketika berhasil diamankan oleh petugas keamanan UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur. Perempuan yang bernama Rahmania Safitri (25) salah satu mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Ekonomi Syariah.

Pelaku sudah beberapa melakukan pencurian tas di masjid kampus UIN Maulana Malik Ibrahim. namun aksinya kali ini tak semulus aksi pencurian dia sebelumnya. Kali ini pelaku harus mempertanggung jawabkan dihadapan hukum.

kali ini tas milik Anas Tasia Januari, mahasiswa Pascasarjana Jurusan Ekonomi Syariah yang pelaku curi. Musibah yang menimpanya terjadi ketika dia hendak salat zuhur di Masjid At Tarbiyah lantai 2 pada Kamis (27/7/2017).

Saat hendak salat, ia menitipkan tasnya pada Rahmania yang saat itu sama-sama berada di dalam masjid. Ia tidak menaruh curiga karena Rahmania dikiranya mahasiswa.

“Saya salat di depan. Setelah selesai salat, saya lihat ke belakang. Tas dan orang tadi sudah tidak ada,” kata Anas.

Tas yang berisi dompet, baju, laptop, dan ponsel miliknya itu dibawa kabur Rahmania. Anas kemudian kembali ke masjid yang sama, Senin ini, untuk melaksanakan salat asar. Tanpa diduga, dia menemui Rahmania yang sedang berada di dalam masjid. Mengetahui ada orang yang membawa lari tasnya, Anas langsung melaporkan keberadaan Rahmania ke petugas keamanan.

“Petugas langsung menangkap orang itu. Dia lalu dibawa ke Mako tanpa perlawanan,” jelas Anas.

Di hadapan petugas, Rahmania mengaku sudah 20 kali melakukan pencurian dengan modus pura-pura salat. Ternyata dia tak hanya beraksi di UIN Maulana Malik Ibrahim. Aksi nekatnya itu juga dilakukan di kampus Universitas Brawijaya. Rully, seorang petugas keamanan, mengatakan Rahmania beralasan mencuri tas di masjid untuk keperluan makan.

“Katanya untuk kebutuhan makan. Saat ditangkap dia tidak bawa identitas sama sekali,” ujar Rully.

Perempuan pengangguran ini sempat menangis meminta ampun saat ditangkap. Dia tidak tidak bisa mengelak karena sejumlah barang bukti telah diamankan petugas. Barang bukti itu di antaranya kartu tanda pengenal atas nama Qori Farozekiah warga Situbondo, Dewy Nur Fitriana (Kota Batu), Anastika Suri (Kabupaten Malang), Naji Y Maufiroh (Sumenep) dan banyak lainnya.

Barang-barang milik Anas yang ditemukan hanya laptop dan dompet berisi uang Rp 100 ribu. Setelah menjalani pemeriksaan di Mako Satpam, Rahmania dibawa ke Mapolsek Lowokwaru. Di sini, ada dua korban lagi selain Anas yang dimintai keterangan oleh polisi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *