Petani Garam Jepara Tolak Impor Garam

Sharpthree.com – Para petani garam yang berada di jepara mulai resah dengan adanya impor garam yang dilakukan oleh pemerintah. Karena dengan adanya impor garam, para petani merasakan kerugian yang cukup besar.

Harga garam mengalami penurunan yang cepat. Lafiq, petani garam asal Kedung, Kabupaten Jepara mengatakan penyebab turunnya harga garam di kalangan petani lantaran dibukanya keran impor garam dari luar negeri.

Saat ini, kata dia, sebagian besar petani sedang memanen garam. Namun, dampak turunnya harga banyak petani yang tak bisa merasakan manisnya harga garam.

“Setelah terjadi penurunan, buasanya terus menerus turun. Karena, pada panen garam kedua ada permainan dari tengkulak,” kata Lafiq, Jumat (11/8/2017).

Selain problem lain yang dihadapi petani saat panen yaitu penentuan harga oleh tengkulak. Karena, saat garam berlimpah, para tengkulak leluasa memilih jenis garam dengan kualitas bagus atau kualitas rendah.

Menurutnya, kebijakan pemerintah perihal impor garam membuat permintaan dari perusahaan menurun.

“Perusahaan lebih memilih garam impor daripada garam petani,” kata Lafiq yang juga sebagai Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tirta Petani.

Oleh karenanya, demi stabilitas harga garam, dirinya meminta pemerintah untuk menghentikan impor garam.

Adapun harga garam saat ini di tingkat petani saat ini mencapai Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu pertombong (80 kilogram). Sebelumnya, harga garam bisa menyentuh Rp 300 ribu pertombong.

“Saat mulai panen dan kebijakan impor, harganya mulai menurun,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *